Branding dalam Produk

Branding dalam Produk

            Banyaknya bisnis yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi membuat persaingan juga menjadi semakin ketat. Pengusaha akan bersaing agar produk usahanya menarik banyak pelanggan untuk dibeli. Persaingan akan semakin ketat jika hadir kompetitor-kompetitor yang melahirkan produk-produk mirip atau menginovasi yang sudah ada. Pelanggan atau konsumen akan diposisikan sebagai unsur utama karena mereka merupakan target pasar sebuah usaha. Pengusaha akan melakukan berbagai strategi untuk menarik perhatian konsumen agar yakin dengan produknya. Salah satunya dengan cara menciptakan brand pada produk. Seperti pendapat Boomsma & Arnoldus (2008), diciptakannya sebuah brand ditujukan untuk menumbuhkan keyakinan kepada calon konsumen tentang keunggulan dari standar kualitas, reliabilitas, status sosial, nilai, atau keamanan sebuah produk. Untuk menciptakan brand yang berkualitas dan menarik, dibutuhkan adanya sebuah proses yang disebut branding.

            Branding menurut akademisi merupakan proses mendesain sebuah brand seperti nama, logo, identitas, menciptakan sebuah brand awareness dan brand image serta membangun attitude positif yang dicapai melalui periklanan, pengemasan, dan desain produk (Boomsma & Arnoldus, 2008). Proses branding ini merupakan proses yang penting dilakukan demi keberhasilan tujuan usaha. Tanpa melakukan proses branding maka sebuah brand tidak akan dikenal orang dan tidak memiliki citra positif di mata calon konsumen. Selain melihat konsumen sebagai target pasar sebuah usaha, dalam konsep branding sebuah produk, seorang pengusaha juga perlu mempertimbangkan bagaimana cara agar konsumen melihat brand mereka sebagai brand menguntungkan yang dapat mengatasi atau memberikan sebuah solusi bagi mereka. Sehingga dalam menciptakan sebuah brand juga memerlukan teknik branding yang tepat (Knapp, 2001), diantaranya: differentiation, relevance, esteem, awareness, dan mind. Kelima unsur tersebut dalam proses penciptaan sebuah brand akan memperlancar tujuan usaha mencapai target suksesnya, karena hal tersebut akan menanamkan nilaipositif dimata konsumen. Menerapkan konsep unsur tersebut dapat menguntungkan konsumen sekaligus pengusaha juga.

Daftar Pustaka:

Hutauruk, B. D., Naibaho, J. F., & Rumahorbo, B. (2017). ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MARKETPLACE CINDERAMATA KHAS BATAK BERBASIS ANDROID. Jurnal METHODIKA, Vol. 3, No. 1 , 242-246.

Boomsma, Marije and Michiel Arnoldus. (2008). Branding for Development. KIT Working          Papers Series C2. Amsterdam: KIT. Knapp, Duane E. (2001). The Brand Mind set. Yogyakarta: ANDI

Oleh:

Fitrianti Rizqi Amalia

No Comments

Post a Comment