5 Keunggulan dan Kekurangan Progressive Web App (PWA)

Apa itu PWA?

Progressive Web App adalah sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah situs web seluler dapat digunakan seperti aplikasi asli. Ketika dikembangkan, PWA akan menggunakan sejumlah teknologi, arsitektur app shell, service workers, API, serta fitur web modern lainnya agar PWA ini dapat bekerja seperti aplikasi asli/native pada umumnya. Sebuah website dapat dianggap sebagai PWA jika memenuhi persyaratan tertentu atau memiliki beberapa fitur yang diaplikasikan di dalamnya. Beberapa diantaranya seperti adanya fitur push notifications, dapat di install, bekerja secara offline, mudah disinkronkan.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa Progressive Web App memiliki karakteristik tertentu, yaitu :

  1. Progressive : PWA masih dapat bekerja di browser lama namun akan bekerja secara optimal jika diakses menggunakan web browser terbaru.
  2. Discoverable : konten di dalam PWA dapat ditemukan di halaman search engine
  3. Linkable : mudah dibagikan melalui link URL.
  4. Network independent : tetap dapat diakses secara offline atau dengan koneksi internet yang buruk.
  5. Installable : PWA dapat ditampilkan pada home screen perangkat Anda.

Keunggulan PWA

  1. Mendapat lebih banyak pengguna

Perusahaan yang hanya mengembangkan aplikasi native dapat memperoleh lebih banyak user dengan menyediakan PWA. Alasannya, PWA dapat ditemukan di halaman pencari Google, pengguna tidak perlu menginstall aplikasi untuk menggunakannya, serta dapat diakses dengan koneksi internet yang buruk atau bahkan secara offline. Selain itu, karena PWA berbentuk situs web, maka Anda dapat melakukan optimasi SEO agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan Anda.Dengan beberapa kelebihan tersebut, peluang untuk mendapatkan user tentu akan lebih tinggi daripada aplikasi native biasa.

  1. Meningkatkan konversi

Sudah banyak perusahaan yang mengembangkan PWA dan berhasil memperoleh konversi yang lebih tinggi. Salah satunya seperti perusahaan Alibaba yang mampu meningkatkan konversi sekitar 76 % dengan PWA karena user tidak perlu mengunduh aplikasi. Selain itu, PWA juga memungkinkan perusahaan untuk mengirim notifikasi atau pemberitahuan menarik untuk penggunanya. Seperti info produk terbaru, diskon, promo, atau yang lain. Dengan demikian, pengguna akan lebih mudah untuk menerima penawaran dari perusahaan sehingga konversi yang dihasilkan jauh lebih tinggi.  

  1. Tidak perlu instalasi

Aplikasi native pada umumnya perlu diunduh dan dipasang terlebih dahulu dari App Store. PWA bekerja tanpa instalasi dan dapat dibagikan dengan orang lain melalui URL. Jadi, Anda tidak perlu meng-submit PWA ke dalam app store. Meskipun tidak membutuhkan instalasi, namun Anda dapat menambahkan PWA ke layar homescreen perangkat menggunakan fungsi add-to-home. 

  1. Membutuhkan sedikit ruang penyimpanan 

Aplikasi native biasanya membutuhkan data store yang besar ketika diinstal di perangkat. Meskipun user ingin menggunakan aplikasi tersebut, namun jika perangkat tidak memiliki ruang yang cukup, aplikasi tetap tidak akan digunakan. Berbeda dengan PWA yang membutuhkan sedikit ruang penyimpanan sehingga tidak akan menurunkan performa smartphone yang digunakan. Selain itu, PWA menggunakan service workers untuk mengelola requests, caching, dan penyimpanan data shell. Hasilnya, aplikasi akan dimuat lebih cepat daripada aplikasi native.

  1. Lebih hemat biaya dan tenaga

PWA dapat menghemat waktu, uang, dan tenaga Anda. Sistem PWA dikembangkan hanya sekali, sedangkan aplikasi native memerlukan dua pengembangan yang dilakukan secara terpisah yaitu untuk iOS dan untuk Android.

Kekurangan PWA

  1. Beberapa fitur tidak tersedia di iOS

Meskipun PWA support multiple OS, namun PWA juga memiliki kelemahan. Ketika digunakan di iOS, fitur add to home screen dan push notification tidak dapat ditampilkan. Meskipun performa PWA di iOS sudah semakin ditingkatkan, namun fungsi yang disediakan masih kalah baik dengan OS Android. 

  1. Tidak memiliki fitur dan kinerja sebaik aplikasi native

PWA memiliki fungsi yang terbatas. Jika dibandingkan dengan aplikasi native, PWA memiliki fitur yang jauh lebih sedikit. PWA juga tidak memiliki akses ke fitur perangkat seluler sebanyak aplikasi native. Berbicara masalah kinerja, aplikasi native juga memiliki kinerja terbaik karena aplikasi tersebut secara khusus dikembangkan untuk digunakan pada perangkat tertentu. Oleh karena itu, aplikasi native dapat memanfaatkan alat dan teknologi khusus yang disediakan oleh OS target. 

  1. UX yang tidak sebaik aplikasi native

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, PWA memiliki keterbatasan fitur terutama untuk pengguna iOS. Hal tersebut tentu akan memberi pengaruh pada user experience atau pengalaman pengguna yang kurang optimal. Dragging, pinching, atau swapping merupakan bagian dari UX yang baik, namun sejauh ini PWA belum dapat memberikan pengalaman yang serupa dengan aplikasi native. 

  1. Tidak dapat ditemukan di App Store

Point ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan dan kerugian. Di satu sisi, pihak pengembangn tidak perlu meng-submit PWA ke app store untuk bisa digunakan pelangganya. Namun, perilaku sebagian besar pengguna masih mencari aplikasi yang diinginkan melalui app store. Karena PWA tidak didistribusikan melalui app store, hal ini bisa menjadi tantangan untuk bisnis Anda.

  1. Teknologi baru

Progressive web app pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. Jadi, untuk saat ini teknologi PWA dapat dikatakan relatif baru. Masih sedikit developer yang memiliki skill untuk mengembangkan teknologi ini.

https://www.logique.co.id/blog/2020/11/06/progressive-web-app-pwa/

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!